Hello semua. .
Postingan baru lagi nih. . .
Kali ini mau nulis tentang estetika bentuk, lagi-lagi tentang arsitektur, harap maklum. Sumber tulisan ini sebenarnya merupakan lanjutan dari tugas saya yang sebelumnya ( tugas yang dikerjakan semalaman sampai tidak tidur, eh malah tidak di kumpulin), yaitu tentang komposisi bidang, namun kali ini yang dikomposisikan adalah warna.
Sekian dulu pembukaannya yah. . .
Lanjut baca oke????. . . . .

Pertama kita mulai dengan tingkatan warna . . .

  • WARNA PRIMER
    warna primer merupakan warna dasar dari seluruh warna yang ada.
    terdiri dari 3 warna : Merah, Kuning, Biru
  • WARNA SEKUNDER/WARNA BINER
    warna sekunder merupakan campuran dari warna primer
    Hijau( Kuning+Biru ), Orange( Merah+Kuning ) Ungu( Biru+Merah )
  • WARNA INTERMEDIATE
    warna ini merupakan campuran dari warna primer dan sekunder
  • WARNA TERSIER
    merupakan campuran dari 2 warna sekunder
    nama dari hasil capuran warna tersebut meminjam dari nama warna primer
    contoh : Ungu + Hijau = Biru tersier ( pembuktian ; [Merah+Biru]+[Biru=Kuning]= 1 Merah + 1 Kuning + 2 Biru ) Karena
  • WARNA KWARTENER

Warna – Warna Dasar

WARNA PIGMENT

Pigment merupakan Serbuk Warna.  .  .
Warna dasar dari pigment ada 3:
1. Merah
2. Biru
3. Kuning

WARNA CAHAYA

Warna dasar cahaya ada 3:
1. Merah
2. Hijau
3. Biru

Warna memiliki 3 aspek yaitu :

  • HUE
  • VALUE
  • CHROMA/INTENSITAS
    1. – HUE
      Hue berhubungan denganpanas dinginnya warna ( Baca : Suhu ), Penamaan Warna, dan tingkat kemurnian dari suatu warna
    2. – VALUE
      Value berhubungan dengan Gelap terangnya warna yang diakibatkan oleh warna hitam, putih, dan abu-abu.
    3. – CHROMA
      Chroma berhubungan dengan cerah kelamnya warna. yaitu tingkat kecermelangan/intensitas warna.
      Menurut Newton, warna dapat diukur tingkat kecermelangannya. Hal ini dibuktikan dengan percobaan bertahu-tahun yang dilakukan oleh Newton itu sendiri. Contohnya:
      1. Kuning = 8
      2. Merah = 5
      3. Biru = 3
      untuk menghitung tingkat kecermalangan warna lain yang diluar warna dasar/primer, digunakan perhitungan matematika. contohnya: jika waran hijau merupakan percampuran dari warna biru dan kuning maka, tingkat kecermelangan dari warna Biru ditambah dengan tingkat kecermelangan dari warna kuning, hasilnya dibagi 2. Hasil akhirnya yang merupakan tingkat kecermelangan dari warna hijau tersebut.
      Preview:
      Coba 1

 

Sekian dulu postiangan kali ini oke???

Advertisements